Minggu, 12 April 2015


ASUMSI TERHADAP ORANG LAIN


Saya melakukan asumsi saya itu pertam melalui via sms, saya sms ke pada teman saya yang sudah lama kita gak pernah kontekan lagi di karnakan kesibukan masing-masing teman saya yang sibuk kerja dan saya yang sibuk dengan kuliah saya. Pada hari pertama saya sms saya mengatakan “assalamualaikum apa kabar sobat . . . ?” dan dia membalas sms saya dengan baik dia mengatakan “waalaikum salam baik sobatku, kamu sendiri bagaimana kok lama gak ada kabar ?” asumsi saya pada waktu itu sama seperti balasan sms dari teman saya itu bahwasannya teman saya itu akan membalas dengan baik. Kemudian hari kedua saya sms lagi dengan menggunakan kata-kata yang sama yaitu “assalamuaikum apa kabar sobat . . .? kemudian teman saya itu membalas lagi sms saya dan dia mengatakan hal yang sama akan tetapi dengan kata-kata yang berbeda “waalaikum salam sobatku, kabarku baik. loh kamu kok nanyak kabar aku lagi kemaren kan kamu sudah menanyakannya sobat ? wah kayaknya sobat aku ini sudah mulai pikun, hehehehehehe”  padahal diwaktu itu saya berasumsi bahwasannya kalau dia  itu tidak akan membalas sms saya karna pada waktu itu saya tau kalau dia itu lagi sibuk bekerja. Dan pada hari ketiga saya sms menanyakan lagi kepada teman saya itu dengan kata-kata yang sama pula “assalamualaikum apa kabar sobat . . . ? dan pada hari itu asumsi saya benar ternya dia tidak membalas sms saya, tidak tau kenapa ? apa karna dia lagi sibuk atau karna dia males yang mau bales sms saya. Dan pada hari ke empat saya sms lagi dengan kata-kata yang sama pula saya mengatakan “assalamualaikum apa kabar sobat . . .?” dan kemudian dia menjawab sms saya akan tetapi dia membalas dengan kata-kata yang kurang baik “waalaikumsalam baik, kenapa sih kamu nanyak kabar terus sama aku kayak udah mau mati aja kamu itu” balasan yang tak pernah terfikirkan dari aku padahal waktu itu saya berfikir kalau dia itu akan membalas dengan baik, sama seperti pada saat hari hari sebelumnya. Dan pada hari kelima saya sms lagi dengan menggunaka kata-kata yang sama pula “assalamualaikum apa kabar sobat . . . ?” akan tetapi dia tidak membalas sms saya mungkin karna dia emang sudah empet banget sama sms saya  yang setiap hari sama. Padahal waktu itu saya berasumsi kalau dia itu akan membalas sms saya meskipun dengan kata-kata yang kurang baik pula. Dan pada hari terakhir saya sms lagi dengan menggunakan tetap dengan kata-kata yang sama dan dia pun membalas sms saya akan tetapi balasannya sangat tidak baik dia mengatakan “ apa kamu itu son, kamu sudah gila yaa. Tiap hari kamu sms ke aku nanyak kabar terus gak bosen apa kamu ? akuloh yang mau jawab aja udah bosen banget. Kamu itu emang sudah setres ya ?” balasan yang sangat tak pernah terbayangkan dalam otak saya padahal waktu itu saya cuman berfikir kalau dia itu tidak akan membalas sms dari saya eh ternyata dia membalas dengan kata-kata yang membuat saya ngakak saat membacanya. Kemudian berhung itu hari terakhir lalu saya menjelaskan apa sebenarnya yang terjadi. Kemudian dia pun ikut-ikut tertawa saat dia tau apa yang sebenarnya terjadi.  
Dari kejadian yang saya ketik di atas saya dapat menyimpulkan bahwa, tidak selalu apa yang kitafikirkan kepada orang lain itu tepat sesuai dengan apa yang kita fikirkan, bisa saja salah dan juga bias saja itu benar karena sudah saya buktikan sendiri seperti apa yang saya ketik di atas. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar